PERILAKU KOLEKTIF DAN PENGELOMPOKAN MANUSIA
GERAKAN SOSIAL
Manusia merupakan makhluk sosial yang suatu waktu berhubungan dengan individu lain maupun juga tergabung dengan dalam suatu kelompok baik sekumpulan kecil hingga kelompok massa. Biasanya mereka berkumpul melakukan suatu gerakan sosial. Gerakan sosial adalah
aktivitas sosial berupa gerakan sejenis tindakan sekelompok yang merupakan
kelompok informal yang berbentuk organisasi, berjumlah besar atau individu yang
secara spesifik berfokus pada suatu isu-isu sosial atau politik dengan
melaksanakan, menolak, atau mengkampanyekan nilai sebuah perubahan sosial. Ada teori yang melandasi gerakan sosial "Crowd Behaviour Theory" (Teori Perilaku Massa). Ada 3 teori yang
menjelaskan tentang perilaku manusia berada dalam kerumunan atau massa, yaitu :
Teori Penularan Massa (Contagion Theory)
Contagion theory adalah ketika individu terlibat suatu
kerumunan, maka ia tidak dapat berpikir rasional. Individu tersebut akan
cenderung mengikuti situasi, tindakan dan perilaku dalam kerumunan tersebut
secara irrasional. Contohnya ketika berada dalam konser musik, saat ada seseorang yang bernyanyi atau bersorak maka yang lain secara tidak sadar akan mengikutinya.
Teori Konvergensi
Teori konvergensi adalah
perilaku dari sebuah kerumunan sebenarnya disebabkan oleh kesepakatan. Orang
yang tergabung dengan suatu kerumunan memiliki satu pemikiran yang sama dengan
lainnya. Contohnya adalah aksi demo oleh sopir angkutan umum terhadap ojek
online. Maka sesungguhnya kerumunan aksi demo tersebut individu di dalamnya memiliki
satu misi yang sama.
Teori Kemunculan Norma (Emergence of Norm)
Emergence of norm theory adalah ketika dalam suatu kerumunan terdapat
seseorang dengan pemikiran yang sama lalu akan melakukan tindakan baru hingga
melahirkan suatu norma. Contohnya saat mahasiswa melakukan aksi demo dengan kesepakatan untuk tidak melakukan kekerasan. Namun ditengah perjalanan demo terdapat satu demonstran melakukan kekerasan dan sebelumnya telah disepakati untuk tidak melakukan kekerasan maka itulah yang disebut norma.
PERILAKU KOLEKTIF
Ahli sosiologi menggunakan istilah perilaku kolektif mengacu pada perilaku sekelompok orang yang muncul secara spontan dan tidak terstruktur sebagai respons terhadap kejadian tertentu. Perilaku kolektif adalah suatu perilaku yang tidak biasa, sehingga perilaku kolektif dapat diartikan sebagai suatu tindakan yang relatif spontan, tidak terstruktur dan tidak stabil dari sekolompok orang, yang bertujuan untuk menghilangkan rasa ketidakpuasan dan kecemasan.
Tindakan kolektif (collective
action) didefinisikan sebagai setiap tindakan yang bertujuan untuk meningkatkan
status, kekuasaan, atau pengaruh dari seluruh kelompok, bukan untuk seorang
atau beberapa orang (Zomeren, 2009: 646). Menurut Weber, suatu tindakan dikatakan terjadi ketika individu
melekatkan makna subjektif dalam tindakan mereka (Ritzer & Goodman, 2009:
136-137). Kondisi seperti ini tidak muncul dalam konteks perilaku kolektif (collective
behavior).
Menurut pendapat Smelser bahwa suatu perilaku kolektif
paling tidak memiliki beberapa macam ciri sebagai berikut :
- Kondisi struktural dalam arti struktur masyarakat sedemikian rupa yang memberi ruang lebih terbuka dan longgar bagi munculnya perilaku kolektif.
- Adanya tekanan struktural yang maksudnya fenomena nasional ini muncul manakala individu dalam masyarakat dihadapkan pada satu masalah yang sangat penting dan kemudian mereka secara bersama mencari solusi untuk mengatasi masalah tersebut.
- Terdapatnya keyakinan umum (Generalized Beliefs) hal ini muncul ketika timbul keyakinan bersama dikalangan warga masyarakat akan sesuatu yang menjadi sumber masalah lalu dicarikan solusi penyelesaiannya.
- Faktor pemicu (pendorong). Suatu gerakan akan muncul kepermukaan manakala sebelumnya didahului oleh beragam faktor pemicu. Terlebih lagi kalau muncul rumor (isu) yang berisi informasi yang dinilai amat berlebihan sehingga dapat membangkitkan emosi masyarakat.
- Aksi mobilisasi.Biasanya perilaku kolektif muncul karena tampilnya seorang tokoh (pemimpin) yang dianggap mampu merumuskan berbagai kepentingan dan keinginan masyarakat untuk melakukan suatu kegiatan baik itu berupa perilaku kolektif maupun gerakan sosial.
- Operation of social control. Ketika berlangsung suatu kegiatan yang dikelompokkan dalam tipe perilaku kolektif maka untuk menciptakan suasana yang kondusif, tertib dan terkendali tentu diperlukan hadirnya sejumlah elemen masyarakat seperti aparat penegak hukum, pejabat pemerintahan, tokoh masyarakat serta media yang mana kesemua komponen ini dinilai memberi kontribusi penting bagi ketertiban dan ketentraman masyarakat.
KELOMPOK SOSIAL
Kelompok sosial adalah kumpulan manusia yang memiliki kesadaran bersama akan keanggotaan dan saling berinteraksi. Tujuan dibentuknya kelompok sosial adalah untuk mewujudkan penerapan nilai-nilai sosial yang ada dan dibutuhkan dalam suatu struktur sosial pada suatu masyarakat.
- Partisipasi Aktif dalam kelompok
- Memiliki Struktur Organisasi
- Memiliki Kegiatan yang Dilakukan Bersama-sama
- Telah Terbentuk Selama Suatu Jangka Waktu Tertentu
- Ikatan yang Erat Antaranggota Kelompok Sosial
- Memiliki Peraturan dan Norma
Komentar
Posting Komentar