SISTEM DAN RELASI KOMUNIKASI ANTARPERSONAL DAN INTERPERSONAL

KOMUNIKASI ANTARPERSONAL

Sebagai paradigma baru, para mahasiswa dan sarjana di tahun 1970-an kebingungan atas definisi ketika belajar komunikasi antarpersonal. Menurut Knapp dan Daly (2010), Istilah komunikasi antarpersonal lebih efisien dipakai untuk menandakan komunikasi dari satu orang kepada orang lain meskipun tidak perlu face-to-face (saling bertemu). 

Secara umum, komunikasi antarpersonal adalah proses dimana satu orang merangsang makna pesan verbal dan non verbal yang sudah ada dalam pikiran orang lain. Konteks komunikasi antarpersonal banyak membahas tentang bagaimana suatu hubungan dimulai, bagaimana mempertahankan hubungan dan keretakan suatu hubungan. 

Bentuk Komunikasi Antarpersonal

  • Inescapable → Komunikasi antarpersonal tidak dapat dihindari.
  • Irreversible → Komunikasi antarpersonal tidak dapat ditarik kembali.
  • Complicated → Komunikasi antarpersonal itu rumit hal ini karena melibatkan diri seseorang yang harus dipersepsi baik oleh diri sendiri maupun oleh orang sebaliknya.
  • Contextual → Komunikasi antarpersonal kontekstual seperti konteks psikologi, budaya, lingkungan dan konteks hubungan.

Interaksi Komunikasi Antarpersonal

Komunikasi antarpersonal adalah bila ada dua orang atau lebih melakukan interaksi yang menunjukkan adanya hubungan yang jelas. Sedangkan hubungan yang jelas akan terbina melalui tahapan:
  • Kontak → Pada tahap ini penampilan fisik cukup penting karena dimensi fisik merupakan dimensi paling terbuka untuk diamati secara mudah.
  • Keterlibatan → Merupakan tahap pengenalan lebih jauh. Ketika ada pengikatan diri untuk lebih mengenal orang lain dan juga ada pengungkapan diri sendiri.
  • Keakraban → Tahap ini terjadi pengikatan diri lebih jauh pada orang lain. Akan terbinanya hubungan persahabatan atau kekasih, biasanya tahap ini disediakan hanya untuk sedikit orang, karena jarang sekali orang memiliki sangat banyak sahabat yang akrab, terkecuali keluarga.
Agar komunikasi antarpersonal efektif. Ini yang harus dilakukan sesorang waktu berkomunikasi antar pribadi menurut Joseph DeVito :
  • Prositiviness/Berpikir Positif
  • Openness/Keterbukaan
  • Supportiveness/Dukungan
  • Equality/Kesetaraan
  • Emphaty/Empati

Konsep dalam Komunikasi Antarpersonal

  • Percakapan
Percakapan dianggap sebagai pembicaraan informal yang dilakukan sehari-hari, ini adalah masalah konteks, sebaliknya percakapan itu terjadi di dalam pertemuan resmi yang formal maka percakapan merupakan sesuatu yang sangat penting dalam menentukan suatu hubungan yang berkelanjutan.
  • Speech Act
Ucapan yang senagaja dibuat untuk tujuan yang dimaksudkan seperti membujuk para anggota untuk memilih Anda sebagai ketua politik.
  • Kompetisi Komunikasi
Adalah unjuk kemampuan dalam berkomunikasi yang dapat diterima secara sosial. Biasanya melibatkan persepsi penonton dalam hal presentasi vokal, kontrol pesan, perintah bahasa, penampilan fisik dan sebagainya.
  • Self-Disclosure
Proses pembuatan wahyu internal tentang diri sendiri bahwa orang lain tidak akan tahu sebaliknya. Sementara pengungkapan diri merupakan taktik komunikasi individu, hal itu mengundang timbal balik.
  • Perbedaan Gender
Beberapa perbedaan utama adalah bahwa pria menggunakan laporan bicara untuk berbagi infor masi atau menunjukkan pengetahuan, sedangkan wanita sering menggunakan bicara hubungan untuk meningkatkan hubungan dan berbagi pengalaman.
  • Metakomunikasi
Tindakan atau proses berkomunikasi. Diagram Johari Window menyediakan cara yang berguna untuk memvisualisasikan proses pengungkapan diri.
  1. Jendela terbuka memiliki makna bahwa apa yang Anda dapat lihat, misalnya pe nampilan fisik, pekerjaan, situasi ekonomi dan sosial, serta apa yang Anda katakan dan menulis
  2. Jendela tersembunyi mencakup informasi tentang diri Anda, Anda tidak mengungkapkan informasi itu kepada orang lain karena informasi itu rahasia, harapan, atau berupa fantasi.
  3. Jendela buta berisi tentang apa yang orang lain lihat tentang diri Anda, namun Anda tidak dapat melihatnya sebagai, kekurangan, bakat, dan kesalahan.
  4. Akhirnya, jendela diketahui mencakup informasi, belum ada yang tahu, informasi itu sebagai potensi namun belum ditemukan.

Tujuan dan Manfaat Komunikasi Antarpersonal

Tujuan komunikasi antarpersonal menurut Griffin 2010; Allan 1984; Robbins 2009; Spitzberg 1984 :
  1. Saya ingin dimengerti orang lain.
  2. Saya dapat mengerti orang lain.
  3. Saya ingin diterima orang lain.
  4. Agar saya dan orang lain bersama-sama memperoleh sesuatu yang harus dikerjakan bersama.
Manfaat komunikasi antarpersonal menurut Johnson (1981):
  1. Komunikasi antarpersonal membantu perkembangan intelektual dan sosial individu.
  2. Identitas atau jati diri seseorang terbentuk dalam dan melalui komunikasi dengan sesama.
  3. Menguji cara pandang terhadap dunia
  4. Menjaga kesehatan mental

KOMUNIKASI INTERPERSONAL

Salah satu sifat dasar manusia adalah sebagai mahluk sosial selain sebagai mahluk individual. Oleh karena itu manusia selalu mencari orang lain untuk berinteraksi satu dengan yang lain. Interaksi ini bisa dalam wujud sahabat, teman, kekasih atau dalam bentuk lainnya. Secara konstektual, komunikasi interpersonal digambarkan sebagai suatu komunikasi antara dua individu atau sedikit individu, yang mana saling berinteraksi, saling memberikan umpan balik satu sama lain. 

Arni Muhammad (2005:159) menyatakan bahwa “komunikasi interpersonal adalah proses pertukaran informasi diantara seseorang dengan paling kurang seorang lainnya atau biasanya di antara dua orang yang dapat langsung diketahui balikannya”. 

Mulyana (2000: 73) menyatakan bahwa “komunikasi interpersonal ini adalah komunikasi yang hanya dua orang, seperti suami istri, dua sejawat, dua sahabat dekat, guru-murid dan sebagainya”. 
  • Komponen Komunikasi Interpersonal :
1. Sumber/Komunikator
2. Encoding 
3. Pesan
4. Saluran
5. Penerima/Komunikan
6. Decoding
7. Respon
8. Gangguan
9. Konteks komunikasi

  • Tujuan Komunikasi Interpersonal
  1. Menemukan diri sendiri
  2. Menemukan dunia luar
  3. Membentuk dan menjaga hubungan
  4. Berubah sikap dan tingkah laku
  5. Untuk bermain dan kesenangan
  6. Untuk membantu


SISTEM KOMUNIKASI DAN JARINGAN

Sistem Komunikasi

Adalah peralatan yang digunakan dan mampu menghubungkan seseorang dengan orang lain yang terpisah antara jarak dan waktu. Peralatan komunikasi ini dapat menyalurkan berbagai bentuk komunikasi dibawah ini :
  • Informasi Audio (penyampaian pesan dalam bentuk suara)
  • Visual (penyampaian pesan dalam bentuk gambar)
  • Audio visual (penyampaian pesan dalam bentuk gabungan suara dan gambar)
  • Teks (penyampaian pesan dalam bentuk tulisan)
Contoh peralatan komunikasi : telepon, faksimile, radio, televisi, handphone, laptop.

Sistem Jaringan

Sistem jaringan digunakan untuk menghubungkan dua atau lebih komputer sehingga dapat bertukar dan berbagi data. Sistem jaringan juga berlaku pada ponsel dengan memanfaatkan jaringan internet
  • Komputer atau perangkat yang hanya berdiri sendiri dan tidak terhubung dengan jaringan, disebut dengan istilah Stand Alone.
  • Komputer atau perangkat yang saling terhubung dengan komputer lain melalui sebuah jaringan, disebut dengan istilah Networking.
Berikut contoh peralatan jaringan :
  1. Server merupakan sejumlah perangkat yang dapat digunakan sebagai penyedia perangkat lunak ataupun penyimpanan data. Di samping itu, fungsi server juga untuk mengatur jalur komunikasi antara server dengan komputer yang ada di dalam jaringannya.
  2. Client merupakan komputer yang memiliki kemampuan untuk memproses data dan dapat meminta informasi atau data kepada server. Jenis komputer pada client umumnya sama dengan jenis personal komputer yang ada dipasaran. (hp, laptop, televisi bisa dikatan client)
  3. Router merupakan perangkat yang digunakan dalam jaringan untuk mengirimkan data kepada jaringan lainnya melalui jalur yang lebih cepat, tepat dan efisien. Beberapa orang menyebut alat ini dengan nama router wifi.
  4. Modem merupakan kepanjangan dari Modulator Demodulator merupakan alat yang memungkinkan sistem komputer dapat terhubung dengan jaringan internet melalui komunikasi seluler.

MEMBANGUN KOMUNIKASI DAN RELASI

Komunikasi adalah suatu proses ketika seseorang atau beberapa orang, kelompok, organisasi, dan masyarakat menciptakan, dan menggunakan informasi agar terhubung dengan lingkungan dan orang lain. Pada umumnya, komunikasi dilakukan secara lisan atau verbal yang dapat dimengerti oleh kedua belah pihak. Apabila tidak ada bahasa verbal yang dapat dimengerti oleh keduanya, komunikasi masih dapat dilakukan dengan menggunakan gerak-gerik tubuh atau menunjukkan sikap tertentu, misalnya tersenyum, menggelengkan kepala, dan mengangkat bahu.

Relasi merupakan upaya menjalin hubungan dengan orang lain, baik itu klien, rekan kerja, bawahan maupun atasan sehingga sangat menentukan keberhasilan pimpinan dan organisasi yang dipimpin.

  • Macam-macam Komunikasi

  1. Lisan dan tulisan
  2. Verbal dan non verbal
  3. Keatas, kebawah, kesamping
  4. Formal dan informal
  5. Satu arah dan dua arah

  • Fungsi komunikasi dalam organisasi

  1. Fungsi Informatif : Seluruh anggota organisasi berharap mendapatkan informasi yang lebih banyak, lebih baik, dan tepat waktu.
  2. Fungsi Regulatif : Berkaitan dengan peraturan-peraturan yang berlaku pada suatu organisasi
  3. Fungsi Persuasif : Melakukan persuasi dibandingkan perintah untuk hasil kerja dan komunikasi yang lebih baik.
  4. Fungsi Integratif : Menyediakan saluran yang memungkinkan karyawan dapat melakukan tugas dan pekerjaannya dengan baik

  • Enam Gaya Komunikasi Pimpinan

1. Controlling style
Gaya komunikasi yoig barsifat mengendalikan ini ditandai dengan adanya satu kehendak atau maksud untuk membatasi, memaksa dan mengatur, perilaku, pikiran dan tanggapan orang lain.

2. Equalitarian style
Aspek penting gaya komunikasi ini ialah adanya landasan kesamaan. The' equalitarian style of communication ini ditandai dengan berlakunya arus penyebaran pesan-pesan verbal secara lisan maupun tertulis yang bersifat dua arah.

3. Structuring style
Gaya komunikasi yang berstruktur ini, memanfaatkan pesan-pesan verbal secara tertulis maupun lisan guna memantapkan perintah yang harus dilaksanakan, penjadwalan tugas dan pekerjaan serta struktur organisasi.

4. Dynamic style
Gaya komunikasi yang dinamis ini memiliki kecenderungan agresif, karena pengirim pesan atau sender memahami bahwa lingkungan pekerjaannya berorientasi pada tindakan.

5. Relinguishing style
Gaya komunikasi ini lebih mencerminkan kesediaan untuk menerima saran, pendapat ataupun gagasan orang lain, daripada keinginan untuk memberi perintah, meskipun pengirim pesan (sender) mempunyai hak untuk memberi perintah dan mengontrol orang lain.

6. Withdrawal style
Akibat yang muncul jika gaya ini digunakan adalah melemahnya tindak, komunikasi, artinya tidak ada keingir.an dari orang-orang yang memakai gaya ini untuk berkomunikasi dengan orang lain, karena ada beberapa persoalan ataupun kesulitan antarpribadi yang dihadapi oleh orcng orarig tersebut.

  • Hambatan Komunikasi

  1. Hambatan Teknis : keterbatasan fasilitas dan peralatan komunikasi.
  2. Hambatan Semantik : hambatan dalam proses penyampaian pengertian atau ide secara efektif.
  3. Hambatan Manusiawi : terjadi karena adanya faktor erosi dan prasangka pribadi, persepsi, kecakapan atau ketidakcakapan, kemampuan atau ketidakmampuan alat-alat panca indera seseorang.

PERAN DAN KEGIATAN MEDIA RELATION

Kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh Public Relation:
  1. Press Conference : dilakukan untuk mengklarifikasi atau memberikan informasi pada pers yang akan disampaikan pada khalayak.
  2. Press Briefing : dilakukan oleh pejabat-pejabat perusahaan untuk memberikan klarifikasi informasi kepada jurnalis. Biasanya perusahaan memiliki visi misi yg kemudian di promosikan kepada pers. Perbedaan dari Press Conference adalah dilakukan oleh PR secara langsung sedangkan Press Briefing juga melibatkan pejabat perusahaan lainnya.
  3. Press Tour : dalam hal ini para jurnalis datang ke perusahaan tersebut lalu diajak berkeliling di perusahaan itu dengan memberikan informasi-informasi.
  4. Press Release : seorang PR harus bisa pintar membuat release, yg harus memenuhi kriteria-kriteria yang pasti memenuhi 5W 1H.
Kegiatan-kegiatan dalam media relation :
  1. Special Event : mau tidak mau harus mengundang pers supaya eksistensi dari perusahaan tersebut itu appear.
  2. Press Luncheon : kegiatan ini adalah mengundang jurnalis untuk mengajak makan siang bersama yang bertujuan membuat connection antara pemilik perusahaan dan pers.
  3. Press Interview : dilakukan oleh pejabat dari perusahaan  dengan pers untuk melakukan interview atau wawancara secara personal yang bertujuan untuk mengenalkan kepada khalayak siapa saja orang hebat dibalik suksesnya perusahaan tersebut yang membuat terlihat lebih keren.

Referensi: 
  • Liliweri, Prof. Dr. Alo, M.S, Komunikasi Antar Personal. Prenada Media, 2017.
  • http://andikmatulessy.untag-sby.ac.id/tulisan/karya-ilmiah/74-komunikasi-interpersonal 
  • https://eprints.uny.ac.id/8975/3/bab%202%20-08402244041.pdf

Komentar